Program Keislaman diselenggarakan untuk membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, memiliki karakter Islami yang kuat, serta terbiasa mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Pembinaan keislaman diintegrasikan ke dalam Kurikulum 2013 dengan penyesuaian pada indikator kompetensi inti spiritual. Proses pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif melalui pembiasaan ibadah, pembinaan akhlak, dan kegiatan keagamaan yang terprogram secara berkelanjutan.
Berbagai kegiatan unggulan seperti Islamic Character Building, mabit dan i’tikaf, pembinaan kepemimpinan Islami, serta monitoring ibadah harian melalui sistem mutaba’ah yaumiyah menjadi bagian dari penguatan karakter peserta didik. Pemanfaatan teknologi seperti ClassDojo dan sistem pencatatan digital membantu sekolah dalam memantau perkembangan spiritual secara objektif dan terukur.
Evaluasi pembelajaran keislaman dituangkan dalam Rapor K13 dan Rapor Diniyah, sebagai bentuk akumulasi nilai mata pelajaran PAI dan diniyah. Dengan pendekatan ini, Program Keislaman diharapkan mampu melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, dan siap menjadi teladan di tengah masyarakat.